febbie

febbie

Rabu, 26 Januari 2011

:-(

Ingin rasanya tak terbebani perasaan ini
Harapan yang kunjung pupus membuat semuanya tak ada artinya.
Saya ingin focus ada cita – cita yan ingin saya raih, dan saya harus meraihnya
Sejuta harapan, angan – angan tentang masa depan sudah saya tata serapih mungkin, tersimpan ruang tentang mu di masa depan tapi cukuplah saya akan mewujudkannya seorang diri tak perlu bergantung pada mu, dan sekarang saya memiliki angan – angan yan lain untuk saya raih dan itu dimulai saat ini tanpa mu.
Rasa ini memang aneh taoi ini adalah diri sayang dengan segala kekurangan, dan saya akan mencari seseorang yang mau menerima saya apa adanya.
Semua hanya akan menjadi masa lalu yang apabila terganti akan lupa begitu saja, maka saya tidak mau kalah pada perasaan ini saya akan buang jauh – jauh yang akan saya buka kembali kelak setelah saya benar – benar merasa nyaman dengan mu kaum adam.
“terimalah ini semua adalah ketentuan Allah “
Dan tangisan hati ini takan kembali pulih, jadi lebih baik diam untuk mengobati rasa sakit ini seorang diri. 
Sulit memang tapi sedikit demi sedikit akan saya coba dan pasti sampai pada akhir waktunya semua akan hilang dan saya menunggu saat – saat itu. Agar rasa ini tidak menggerogoti hati kecil yang lemah ini.
Pasti bisa pasti bisa !!!!!
Yang lalu pun saya bisa dan sekarang pun saya yakin saya pasti bisawalau dengan seorang diri.
Focus pada masa depan pada senyuman orang tua,
Sampai pada suatu saat saya dapat menjadi seorang puteri yang tersenyum kembali ^_^

mimpi

Dia datang kembali dalam kehidupan ku, tanpa ada yang menduga dia kembali bahkan saya sendiri tak menyangka, seakan mimpi bisa mellihatnya lagi.
Dalam ingatan ku ia hanya sebatas masa lalu yang tak pernah ada dalam masa depan saya, tapi ternyata salah, ia datang kembali dengan sambutan yang hangat. Dan semua ini pum serasa hanya mimpi masa lalu yang berlanjut.
Sebenarnya enggan untuk kembali bermimpi itu, tapi seolah ia memaksa agar mimpi ini berlanjut, mimpi yang sebenarnya indah tapi selalu diiringi dengan air mata itu menghampiri lagi, haruskah saya bangun atau tetap berselimut mimpi yang indah itu :’(
Takut memang menerima kenyataan ini, takut harapan itu muncul kembali, takut untuk menghadapinya seorang diri :’(
Rasanya tak sanggup, tapi ternyata ini kenyataan bukan hanya sekedar mimpi yang suatu saat akan terbangun, tapi realita yang harus dijalani.
Kalau sekilas berfikir, saya bagaikan boneka yang selalu tersenyum saat ia datang, tak ada mimpi buruk itu saat ia menyapa, tak ada air mata, yang ada hanya pelangi yang terbentuk dari mata yang ia pancarkan.
Tapi sekarang, akankah saya bonela yang dulu ?
Atau seekor kupu – kupu yang sedang terbang, dan hanya memberikan sedikit manisnya madu yang saya rasakan,,,
Dan sekarang saya memiliki mimpi yang lain, untuk saya wujudkan,, :’)